Parade Chingay Singapura

Sebuah Perayaan Penuh Kegembiraan

Parade Chingay adalah arak-arakan tradisional Tahun Baru Imlek yang dalam tahun-tahun terakhir ini berubah menjadi parade jalanan besar-besaran, lengkap dengan barisan penari, kendaraan hias, pemain akrobat, penabuh genderang, badut dan pemain liong dan barongsai.

Parade ini berasal dari China, di mana arak-arakan seperti ini diadakan dua minggu setelah Tahun Baru Imlek untuk menyambut musim semi. Nama “Chingay” berarti “seni kostum dan topeng” dalam dialek Hokkian, dan telah menjadi tradisi lama sejak 1973, tahun pertama kali parade ini diselenggarakan.

Pada tahun 1990an, parade ini menjadi acara dari sore hingga malam, lengkap dengan pertunjukan lampu yang menawan dan kembang api. Orang-orang dari segala kalangan turut berpartisipasi dalam Chingay, selama mereka mempunyai sesuatu untuk dirayakan dan dibagi bersama. Selama bertahun-tahun, rute parade ini mencakup sebagian besar area sentral Singapura seperti Outram Park, Orchard Road, Chinatown dan City Hall.

Selama Tahun Baru Imlek mendatang, datanglah ke Formula One Pit Building di Marina Waterfront untuk menyaksikan Parade Chingay ini. Acara besar ini baru saja dipindah dari Orchard Road ke lokasi bagai stadion ini untuk dapat menampung lebih banyak penonton, dan di sini Anda akan menyaksikan aksi kendaraan hias lokal maupun internasional serta berbagai keramaian jalanan lainnya.

Bergabunglah bersama seluruh warga Singapura dan wisatawan lainnya untuk berpesta bersama di jalan selama festival, sebagai perlambang antisipasi akan datangnya kehangatan musim Semi. Berbagai tari liong dan barongsai juga akan digelar – termasuk yang menampilkan aksi dari People’s Association Firecracker Dragons Dance, dengan kombinasi mempesona akan seni tari dan seni kembang api, di mana para pemain akrobat yang gagah berani akan meliuk-liuk piawai di bawah gemerlap kembang api yang merah menyala.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, festival ini semakin berevolusi dengan masuknya pengaruh Asia bahkan dunia, dan sekitar 2.000 pemain dari berbagai klub, sekolah dan lembaga akan bergoyang mengikuti musik Samba – dan memberi parade ini suatu reputasi sebagai Mardi Gras dari Timur – dalam ribuan kostum yang berkilauan penuh warna. Sejak tahun 2000, berbagai kelompok yang ekstosik seperti dari Ghana, Brazil dan Slovenia juga tampil dalam parade ini, dengan aksinya yang mampu memukau para wisatawan dan warga Singapura, sekaligus mencerminkan sesuatu masyarakat kosmopolitan yang sejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s